Minggu, 14 November 2010

Ilmu Ladunny

Ilmu Ladunny , Jalan ilmu ini adalah keberadaannya; pengetahuannya adalah kesaksiannya; sifatnya adalah hukumnya. Antara ilmu ini dan antara yang gaib tidak ada hijab.

Ilmu Ladunny, Ilmu laduni diisyaratkan kepada ilmu yang diperoleh hamba tanpa menggunakan sarana tetapi berdsarkan ilham dari Allah, yang diperkenalkan oleh Allah kepada hamba-Nya, seperti ilmu Khidhir yang diperoleh tanpa sarana, seperti halnya Musa.

Allah SWT berfirman yang artinya, "Telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami." (Al-Kahfi: 65).

Ada perbedaan antara rahmat dan ilmu. Keduanya dijadikan berasal dari samping Allah dan dari sisi Allah, karena memang keduanya tidak diperoleh begitu saja oleh hamba. Kata min ladunhu lebih khusus dan menunjukkan jarak yang lebih dekat daripada kata min indihi, yang keduanya sama-sama berarti dari sisi-Nya. Maka dari itu, Allah SWT berfirman, "Dan, katakanlah, 'Ya Robi, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong'." (Al-Isra': 80).

Min ladunhu berupa kekuasaan yang menolong, sedangkan min indihi berupa pertolongan yang diberikan kepada orang-orang mukmin.

Ilmu laduni merupakan buah ubudiah, kepatuhan, kebersamaan dengan Allah, ikhlas karena-Nya, dan berusaha mencari ilmu dari misykat Rasul-Nya, serta ketundukan kepada beliau. Dengan begitu, seorang hamba akan dibukakan kepadanya pemahaman Alquran dan sunah, yang biasanya dikhususkan pada perkara tertentu.

Ali bin Abu Thalib r.a. pernah ditanya seseorang, "Apakah Rasulullah saw. memberikan kekhususan tertentu tentang suatu perkara kepada kalian, yang tidak diberikan kepada selain kalian?" Maka, dia menjawab, "Tidak! Demi yang membelah biji-bijian dan menghembuskan angina, selain dari pemahaman Alquran yang diberikan Allah kepada hamba-Nya."

Itulah yang disebut ilmu laduni yang hakiki, yaitu ilmu yang datang dari sisi Allah, ilmu tentang pemahaman kitab-Nya. Adapun ilmu yang menyimpang dari Alquran dan sunah tidak diikat dengan keduanya, maka itu datang dari hawa nafsu dan setan beserta seluruh jajarannya. Memang bisa saja disebut ilmu laduni tetapi dari sisi siapa? Suatu ilmu bisa diketahui sebagai ilmu laduni jika ia sesuai dengan apa yang dibawa Rasulullah saw., yang berasal dari Allah. Jadi ilmu laduni ada dua macam: dari sisi Allah dan dari sisi setan. Materinya disebut wahyu. Sementara, tidak ada wahyu setelah Rasulullah saw.

Tentang kisah Musa denan Khidhir bisa dijelaskan sebagai berikut. Musa tidak diutus sebagai rasul kepada Khidhir dan Khidhir tidak diperintahkan untuk menjadi pengikut Musa. Andaikan Khidhir diperintahkan menjadi pengikut Musa, tentunya Khidhir diperintahkan untuk mendatangi Musa dan hidup bersama beliau. Karena itu, Khidhir bertanya kepada Musa, "Kamukah Musa, nabi Bani Israel?" Musa menjawab, "Ya."

Adapun Muhammad saw. diutus untuk semua manusia sejak ia diutus. Risalah beliau diperuntukkan bagi jin dan manusia di setiap zaman. Andaikan Musa dan Isa masih di dunia ini, tentu keduanya menjadi pengikut beliau. Andaikan Isa bin Maryam turun ke bumi, tentu Isa akanmenerapkan syariat Muhammad saw. Oleh karena itu, siapa yang berangapan bahwa Isa dengan Muhammad sama seperti Musa dengan Khidhir, atau memperbolehkan anggapan seperti ini, maka hendaklah dia memperbarui Islamnya dan mengucapkan syahadat sekali lagi secara benar. Karena, dengan anggapan seperti itu, dia telah keluar dari Islam secara total, dan sama sekali tidak bisa disebut wali Allah tetapi wali setan.

Maksud perkataan "pengetahuannya adalah kesaksiannya" adalah bahwa ilmu ini tidak bisa diambil dengan pemikiran dan kesimpulan tetapi dengan melihat dan menyaksikannya.

Maksud perkataan "sifatnya adalah hukumnya" adalah bahwa sifat-sifatnya tidak bisa diketahui kecuali dengan hukum-hukumnya, sifatnya terbatas pada hukumnya, saksinya adalah hukumnya. Hukum ini merupakan dalil, sehingga antaranya dan hal-hal yang tidak tampak tidak ada hijab, berbeda dengan ilmu-ilmu lain.

Inilah yang diisyaratkan orang-orang bahwa ilmu ini merupakan cahaya dari sisi Allah, yang mampu menghapus kekuatan indra dan hukum-hukumnya. Inilah makna yang diisyaratkan dalam firman Allah dalam hadis Qudsi, "Jika Aku mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Aku menjadi penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat …." Ilmu laduni yang datang dari Allah merupakan buah cinta tersebut, yang muncul karena menggiatkan mengerjakan yang sunah-sunah setelah yang fardu (wajib).

Adapun ilmu laduni yang datang dari setan merupakan buah berpaling dari wahyu, mementingkan hawa nafsu dan memberi kekuasaan kepada setan. Ilmu yang diperolehnya itu dengan cara yang tidak sesuai dengan syariat yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Ilmu Ladunny”

Posting Komentar

Followers

Jadwal Sholat

Prayer Times For 6 Million Cities Worldwide
Country:

Total Tayangan Halaman

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Word News Today